JIM
JONES
Manusia
Mudah Terpesona
Dalam
kejadian ini tampaklah bahwa manusia sangat mudah terpesona. Terpesona dengan
kemampuan Jim Jones menyembuhkan, terpesona dengan khutbahnya yang membakar
semangat, yang tampaknya indah, yang menjanjikan surga dan kedamaian. Sehingga
pengikutnya bertambah banyak dengan kadar fanatik yang sangat besar, dan
dipuncak kejayaannya, pengikutnya tunduk dengan semua apa yang ia katakan dan diperintahkan.
Bahkan ketika dimintanya untuk mati pada hari itu, mereka dengan sukarela mau
minum racun untuk mendapatkan kedamaian.
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ مَن
يُعۡجِبُكَ قَوۡلُهُۥ
فِي ٱلۡحَيَوٰةِ
ٱلدُّنۡيَا وَيُشۡهِدُ
ٱللَّهَ عَلَىٰ
مَا فِي
قَلۡبِهِۦ وَهُوَ
أَلَدُّ ٱلۡخِصَامِ
٢٠٤
“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya
tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas
kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.”
(QS Al Baqarah :204)
People’s Temple Jonestown Massacre, Guyana
Peoples
Temple, yang aslinya dibentuk sebagai Sayap Kebebasan pada 1954, adalah sebuah
organisasi keagamaan yang didirikan pada 1955 oleh Pendeta James Warren Jones
(Jim Jones). Pada 1960 organisasi ini berafiliasi dengan denominasi Protestan,
Murid-murid Kristus. Afiliasi ini merupakan upaya yang berhasil untuk
meningkatkan keanggotaan kelompok ini yang makin berkurang dan memulihkan
reputasinya. Peoples Temple dikenal karena bunuh diri massal yang terjadi di
Jonestown, Guyana, pada 18 November 1978.
Jones
mendirikan Peoples Temple di Indianapolis, Indiana pada 1950-an. Mulai tahun
1965, Jones dan jemaatnya pindah ke Redwood Valley, California. Gereja Redwood
Valley resminya dibuka pada 1969. Setelah Jones mulai serangkaian rekrutmen di
San Francisco dan Los Angeles keanggotaan di Peoples Temple meningkat dari
sekitar 700 pada 1970 hingga 2.200 pada 1972. Jumlah tertinggi dari anggota
Peoples Temple yang sesungguhnya adalah sekitar 3.000 orang, meskipun kelompok
ini seringkali membesar-besarkan angkanya. Jones dan gerejanya memperoleh
reputasi karena membantu warga kota yang paling miskin, khususnya kaum
minoritas rasial, para pecandu obat biuas dan kaum tuna wisma. Dapur-dapur
makanan, pusat-pusat asuhan, dan klinik-klinik medis untuk orang-orang lanjut
usia didirikan, bersama-sama dengan program-program konseling untuk para
pelacur dan pecandu obat bius yang ingin mengubah hidupnya. Peoples Temple
membangun hubungan yang kuat dengan sistem kesejahteraan negara bagian
California. Pada 1970-an, Peoples Temple memiliki dan mengelola
sekurang-kurangnya 9 panti jompo, enam rumah untuk anak-anak asuh, dan sebuah
tanah peternakan seluas 40 acre untuk orang-orang yang cacat mental. Mereka mempunyai
program bantuan bea siswa dan asrama di Santa Rosa Junior College. Para
pemimpin Peoples Temple menangani klaim-klaim asuransi para anggotanya serta
masalah-masalah hukum mereka, dan berperan sebagai kelompok advokasi bagi para
klien mereka. Karena alasan-alasan ini, sosiolog John Hall menggambarkan
Peoples Temple sebagai sebuah "birokrasi karismatis", yang
berorientasi kepada Jones sebagai pemimpin karismatis, namun berfungsi sebagai
sebuah organisasi biroraksi pelayanan sosial.
Meskipun sebagian gambaran tentang Peoples Temple menekankan kontrol otokratis Jones atas para pengikutnya, pada kenyataannya, organisasi ini mempunyai struktur kepemimpinan yang kompleks, dengan kekuasaan pengambilan keputusan yang menyebar secara tidak merata di antara anggota-anggotanya. Di pusatnya, Peoples Temple dipimpin oleh Jones dan orang-orang dekatnya, tetapi anggota-anggota dari Komisi Perencanaan juga mempunyai banyak kekuasaan. Komisi Perencanaan (termasuk sekitar 100 orang anggota) bertanggung jawab untuk operasi Peoples Temple sehari-hari.
Meskipun sebagian gambaran tentang Peoples Temple menekankan kontrol otokratis Jones atas para pengikutnya, pada kenyataannya, organisasi ini mempunyai struktur kepemimpinan yang kompleks, dengan kekuasaan pengambilan keputusan yang menyebar secara tidak merata di antara anggota-anggotanya. Di pusatnya, Peoples Temple dipimpin oleh Jones dan orang-orang dekatnya, tetapi anggota-anggota dari Komisi Perencanaan juga mempunyai banyak kekuasaan. Komisi Perencanaan (termasuk sekitar 100 orang anggota) bertanggung jawab untuk operasi Peoples Temple sehari-hari.
Kontroversi
Beberapa laporan yang mengganggu mulai muncul ketika segelintir anggota mulai meninggalkan kelompok ini. Dilaporkan bahwa Jones mencuri dari anggota-anggotanya, memalsukan penyembuhan-penyembuhan ilahi, menghukum anggota-anggotanya dengan keras, mempraktikkan sodomi, dan menganggap dirinya sebagai Mesias yang baru.
Saat itu, para wartawan, penegak hukum, dan politikus memperlihatkan minatnya pada Peoples Temple. Jones bereaksi dengan banyak pidato yang penuh kemarahan kepada para pengikutnya, yang isinya klaim-klaim bahwa para pembelotnya itu berdusta, dan bahwa dunia luar sedang berusaha menghancurkan mereka. Pada saat yang sama, sejumlah anggotanya yang kian bertambah melaporkan pelecehan di lingkungan Peoples Temple. Para sanak keluarga anggotanya juga menekankan bahwa anggota-anggota kelompok itu dipaksa untuk tidak keluar, meskipun mereka sendiri sesungguhnya tidak mau.
Pindah ke Guyana
Beberapa laporan yang mengganggu mulai muncul ketika segelintir anggota mulai meninggalkan kelompok ini. Dilaporkan bahwa Jones mencuri dari anggota-anggotanya, memalsukan penyembuhan-penyembuhan ilahi, menghukum anggota-anggotanya dengan keras, mempraktikkan sodomi, dan menganggap dirinya sebagai Mesias yang baru.
Saat itu, para wartawan, penegak hukum, dan politikus memperlihatkan minatnya pada Peoples Temple. Jones bereaksi dengan banyak pidato yang penuh kemarahan kepada para pengikutnya, yang isinya klaim-klaim bahwa para pembelotnya itu berdusta, dan bahwa dunia luar sedang berusaha menghancurkan mereka. Pada saat yang sama, sejumlah anggotanya yang kian bertambah melaporkan pelecehan di lingkungan Peoples Temple. Para sanak keluarga anggotanya juga menekankan bahwa anggota-anggota kelompok itu dipaksa untuk tidak keluar, meskipun mereka sendiri sesungguhnya tidak mau.
Pindah ke Guyana
Jones
bereaksi kepada penyelidikan yang kian meningkat dengan memindahkan para
pengikutnya yang terdiri dari lebih dari 900 orang ke Guyana. Para pengikutnya
ini dijanjikan sebuah surga tropis, yang bebas dari apa yang digambarkan
sebagai dunia luar yang kejam, namun ketika mereka tiba, mereka dipaksa bekerja
atas perintah-perintah Jones, dan bersama-sama mereka membangun Jonestown.
Kunjungan
oleh anggota Kongres Ryan
Pada November 1978, kelompok ini dikunjungi di Jonestown oleh Leo Ryan, seorang anggota Kongres AS dari San Francisco, California, yang melakukan penyelidikan tentang klaim-klaim pelecehan di dalam kelompok ini. Pada kunjungan ini, sejumlah anggota Peoples Temple mengungkapkan keinginan mereka untuk ikut bersamanya meninggalkan Guyana. Karena itu seluruh kelompok ini kemudian ikut bersamanya ke lapangan terbang setempat. Di sana para anggota keamanan Kenisah menembaki kelompok ini, membunuh anggota Kongres Ryan, tiga orang wartawan dan seorang anggota Peoples Temple yang ingin pergi. Penembakan-penembakan ini direkam dalam film oleh salah seorang wartawan yang tewas dalam serangan itu.
Pembantaian Jonestown Keesokan harinya, Jones memerintahkan jemaatnya untuk meminum Kool Aid dan Flavor Aid yang diberi sianida. Bunuh diri massal ini dikenal sebagai pembantaian Jonestown. Mereka yang menolak untuk melakukan bunuh diri ditembak, atau disuntik dengan sianida. Jones ditemukan dengan sebuah luka tembak di kepalanya. Berdasarkan investigasi, tubuhnya mengandung obat-obat bius dalam dosis yang tinggi. Total 913 orang yang tewas, termasuk 276 anak-anak
Pada November 1978, kelompok ini dikunjungi di Jonestown oleh Leo Ryan, seorang anggota Kongres AS dari San Francisco, California, yang melakukan penyelidikan tentang klaim-klaim pelecehan di dalam kelompok ini. Pada kunjungan ini, sejumlah anggota Peoples Temple mengungkapkan keinginan mereka untuk ikut bersamanya meninggalkan Guyana. Karena itu seluruh kelompok ini kemudian ikut bersamanya ke lapangan terbang setempat. Di sana para anggota keamanan Kenisah menembaki kelompok ini, membunuh anggota Kongres Ryan, tiga orang wartawan dan seorang anggota Peoples Temple yang ingin pergi. Penembakan-penembakan ini direkam dalam film oleh salah seorang wartawan yang tewas dalam serangan itu.
Pembantaian Jonestown Keesokan harinya, Jones memerintahkan jemaatnya untuk meminum Kool Aid dan Flavor Aid yang diberi sianida. Bunuh diri massal ini dikenal sebagai pembantaian Jonestown. Mereka yang menolak untuk melakukan bunuh diri ditembak, atau disuntik dengan sianida. Jones ditemukan dengan sebuah luka tembak di kepalanya. Berdasarkan investigasi, tubuhnya mengandung obat-obat bius dalam dosis yang tinggi. Total 913 orang yang tewas, termasuk 276 anak-anak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar